-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Safrudin, TKI Taiwan yang terjatuh dari lantai 11 saat razia imigrasi tidak menunjukkan tanda - tanda membaik hingga saat ini dan dokter menyarankan untuk cabut selang dimana jika selang dicabut, itu artinya Safrudin akan meninggal dunia.

Melihat kondisi Safrudin yang demikian, pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan jika dokter mencabut selangnya.

"Kabar buruk hari ini dari pihak keluarganya mas Safrudin mengambil keputusan lepas selang. Kenapa mengambil keputusan ini, kata dokter karena luka yang dialami adalah di kepala terus bagian badan. Bagian kepala ini adalah pusat saraf yang mengendalikan badan kita, kemarin mereka mencoba berusaha memulihkan bagian kepalanya melihat ada reaksi tidaknya, kalau di bagian kepalanya ada reaksi kemungkinan dia bisa menggerakkan semua anggota tubuh dia meskpun tidak bisa sesempurna manusia biasa, minimal bisa gerakin jarinya atau goyangin badannya, namun sepertinya otaknya tidak membaik. Jadi jika dipertahankan dia hanya bisa bernafas doang dengan selang tidak bisa berbuat appaun bahkan bergerak" Ujar Faisal Soh yang menjadi penerjemah dan perantara dengan keluarga di Indonesia.
[ads-post]
"Daripada dia sengsara terus terusan sampai beberapa tahun, anggota keluarga tadi pagi menghubungi saya, kalau memang dokter sudah angkat tangan , dokter menganjurkan benar - benar dicabut selang mereka mengkhliaskan" Tuturnya.

Kronologis kejadian bermula ketika korban yang tengah berada di lantai 11 salah satu kamar apartemen tempat tinggalnya, tiba-tiba di gerebek oleh aparat keamanan setempat. .

Korban yang masih ingin tinggal di Taiwan lari dan menghindar dari kejaran aparat kepolisian Taiwan dan terpeleset dari lantai 11 apartemen.

Safrudin sendiri mengalami luka patah tulang bahu, patah tulang rusuk, patah tulang paha dan tulang ekor serta pendarahan di otaknya dan mengalami pembekuan.

Alasan Safrudin nekad lari hanya demi mewujudkan impiannya membuatkan rumah untuk anak dan istrinya. Namun ternyata nasib berkata lain dan ia harus mengakhiri petualangannya ini dengan duka mendalam.

Semoga masih ada keajaiban sebelum selan benar - benar dilepas hingga bisa menyaksikan putrinya yang amat sangat merindukannya.

Update: Benarkah Ada Keajaiban Semalam, Mas Safrudin Bisa Menggerakkan Tangannya dan Selangnya Tak Jadi Dilepas

Keluarga Ikhlas Jika Dokter Melepas Selangnya Karena Kondisinya Semakin Kritis

Diberdayakan oleh Blogger.