SUARABMI.COM - Kepolisian Republik Indonesia kini tengah intensif menyelidiki dan mendalami seorang mantan tenaga kerja wanita (TKW) Hong Kong.

Adalah Ika Puspitasari (38 tahun), mantan TKW asal Dusun Tegalsari, Brenggong, Purworejo Jawa Tengah, oleh Polisi dituding  terlibat dalam perencanaan serangan bom bunuh diri pekan lalu di Mapolrestabes Medan, Sumatra Utara.

Polisi kini telah menangkap 23 tersangka sehubungan dengan Bom Medan pada Rabu (13/11/2019) lalu yang melukai enam orang, menurut juru bicara Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo pada Senin (18/11/2019).

Baca: Ika, Mengatur Rencana Teror Bom Dari Tseung Kwan O

Mantan TKW Ika Puspitasari saat ini dipenjara setelah dihukum pada 2017, karena mendanai kegiatan teror dan merencanakan serangan di beberapa kota. Ika pernah bekerja di Hong Kong selama 2004-2016, setelah bekerja di Malaysia selama 1997-2002.Istri Rabbial, yang dikenal dengan inisial “DA”, dilaporkan mengunjungi Ika di penjara baru-baru ini.

“Kami sedang menyelidiki lebih lanjut untuk menentukan apakah dia (Ika) memainkan peran apa pun. Istri pelaku serangan bom telah berkomunikasi dengannya,” menurut seorang sumber kontraterorisme.

Para pekerja domestik Indonesia yang bekerja di luar negeri, terutama di masyarakat maju seperti Hong Kong dan Taiwan, seringkali ditargetkan untuk direkrut oleh ISIS. Mereka dianggap sebagai sumber pendanaan potensial karena memiliki pendapatan tetap.

Menurut laporan Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) pada 2017, sekitar 45 pekerja rumah tangga Indonesia terlibat dalam kegiatan pro-ISIS. Mereka juga dilaporkan telah mendanai tiket pesawat ke Suriah hingga menikahi pejuang militan secara online selagi berada di Hong Kong.
[ads-post]
Laporan tersebut menyoroti kisah-kisah tentang tiga wanita yang tidak disebutkan namanya di Hong Kong. Ketiganya berusaha untuk mendapatkan pengakuan dari tokoh-tokoh ISIS di Indonesia dan Suriah dengan menyediakan dana dan mengatur emigrasi ke Suriah melalui Hong Kong untuk para jihadis Indonesia. Sejumlah pembantu rumah tangga yang berbasis di kota itu juga pergi ke Suriah sendiri, penelitian IPAC menunjukkan.

Menurut Dedi, DA telah membahas rencana di media sosial untuk melakukan serangan teror di sebuah kota besar di Indonesia. Sebanyak 23 tersangka yang terkait dengan ledakan Bom Medan juga merupakan anggota sel JAD Aceh yang dipimpin oleh seorang pria dengan inisial “Y”.

“Sang istri membeli senjata dan peralatan lainnya untuk sel teror itu, yang melakukan pelatihan paramiliter di Gunung Sibayak, Sumatra Utara,” lapor Dedi. Gunung Sibayak adalah gunung berapi aktif dan situs wisata populer di Sumatra.

Pada Senin (18/11/2019), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius memperingatkan para personel yang bekerja di BUMN, cenderung lebih rentan terpapar radikalisme. Masalah itu kini telah kian meluas. Salah satu tersangka ledakan Bom Medan diketahui bekerja di PT Krakatau Steel milik negara.

“Tidak hanya di BUMN, tetapi bahkan petugas kepolisian juga terpapar radikalisme, misalnya polwan,” tutur Suhardi.

Mantan TKW Hongkong Menjadi Tersangka Dibalik Perencanaan Bom di Mapolrestabes Medan Bersama 23 Rekannya

Diberdayakan oleh Blogger.
close