-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Terlihat puluhan aktifis BMI Taiwan bersama dengan TKA Filiphina dan Vietnam berkerumun didepan kantor KDEI Taipei kemarin (3/11) untuk menuntut KDEI hilangkan system agensi dan memindahkan perekrutan TKI melalui system G to G.

Dalam spanduk yang mereka bentangkan mereka menuntut pemerintah menghilangkan system agensi yang dinilai merugikan para TKI dan merubah perekrutan TKI seperti perekrutan TKI di Korea Selatan, atau G to G.

Mereka terlihat berkumpul didepan KDEI Taipei dan juga di depan MECO (Kantor dagangnya Filiphina) dan VECO (kantor dagangnya Vietnam).

"Agensi itu tidak peduli pada kami di saat kami butuh, tapi mereka terus menguras gaji kami yang dengan susah payah kami cari berpeluh keringat. Gaji ini seharusnya dikirim ke keluarga kami di kampong halaman, bukan untuk para agensi," kata Tommy, pemimpin atau orator dalam demo tersebut.

Menurut mereka, walaupun saat ini sudah ada system perekrutan langsung, namun masih didominasi oleh PJTKI dan agensi.

Akibatnya, pekerja migran di Taiwan yang ingin memperpanjang kontrak mereka atau ingin berganti majikan dikenakan biaya agensi yang besar yaitu antara NT$ 35.000 hingga NT$ 80.000.
[ads-post]
Mengenai permintaan para demonstran pekerja migra asal Filipina untuk menghapuskan sistem broker, Cesar Chaves, direktur Urusan Perburuhan MECO, mengatakan kepada CNANews bahwa masalahnya tergantung pada pemerintah Taiwan. "Itu perlu diprakarsai oleh pemerintah Taiwan. Kita harus menghormati hukum Taiwan," kata Chaves.

Sementara itu, Hsueh Chien-chung, kepala seksi di Badan Pengembangan Tenaga Kerja di bawah Kementerian Tenaga Kerja Taiwan, mengungkapkan bahwa sebagian besar majikan di Taiwan masih lebih suka merekrut pekerja migran melalui agen penempatan dengan alasan kenyamanan. 

Selain itu majikan juga malas mengurusi administrasi sendiri, memilih pekerja dan menangani masalah seperti pekerja migran yang sakit atau cedera saat pekerja migran tersebut berada di Taiwan.

Namun Hsueh juga menekankan bagi agensi yang diketahui meminta biaya lebih terhadap sejumlah pekerja migran akan menghadapi sanksi pencabutan izin perusahaan agensi dan penutupan jika terbukti bersalah.

Menurut Pers rillis yang dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja Taiwan pada Agustus 2017 lalu, agen penempatan atau broker di Taiwan tidak diizinkan memungut biaya penempatan dari pekerja migran.

Mereka hanya diizinkan membebankan biaya layanan kepada para pekerja migran yang berkisar antara NT$ 1.500 hingga NT$ 1.800 per bulan.

Puluhan BMI Taiwan dan TKA Lainnya Berdemo Didepan KDEI Taipei Meminta Untuk Memusnahkan Semua Agensi, Tapi Majikan Malah Lebih Suka Jika Ada Agensi, Ini Alasannya

Diberdayakan oleh Blogger.
close