===
loading...

SUARABMI.COM - Hari libur, tentu merupakan waktu yang harus benar-benar dimanfaatkan bagi kebanyakan pekerja rumah tangga asing yang setelah sebelumnya selama seminggu bekerja dengan relatif sedikit kesempatan untuk menghirup udara bebas sejak pagi bangun tidur hingga malam menjelang tidur.

Kenyataan seperti itulah yang membuat sebagian besar kalangan majikan mafhum dengan kepenatan dan kelelahan yang dirasakan oleh PRT mereka hingga mereka mempersilahkan untuk benar-benar memanfaatkan agar produktifitasnya bekerja kembali pulih seperti sedia kala.

Sebagaimana halnya di Hong Kong, di Singapura juga banyak tempat-tempat tertentu yang menjadi langganan berkumpulnya para PRT asing yang menikmati liburan. Salah satunya adalah seputaran taman dekat stasiun MTR Kallang.
[ads-post]
Namun belakangan, acara berlibur PRT asing di kawasan tersebut dikeluhkan warga. Lantaran, bukan hanya kawasan tanah lapang di taman saja yang mereka gunakan. Puluhan PRT asing berikut puluhan pria asal India, Banglades, Pakistan dan beberapa negara asal lainnya juga memanfaatkan lantai parkir bertingkat sebuah apartemen di dekat taman Kallang.

Menukil Pemberitaan Harian Shin Ming, penghuni apartemen mengeluhkan keberadaan PRT asing yang liburan di tempat tersebut karena setiap petang hari usai mereka berlibur, berserakan sampah-sampah memalukan di pojok pojok ruang parkir seperti k0nd0m, kemasan pil KB, tisue, dan beberapa sampah lainnya.

Kepada harian Shin Ming, warga menyatakan akan mengadukan kondisi tersbut ke keamanan kota agar keberadaan mereka bisa dikontrol, sebab pada prinsipnya, warga tidak keberatan berbagi tempat parkir untuk berlibur selama tidak mengganggu dan meninggalkan bekas sampah memalukan.

“Disini banyak anak-anak, bagaimana perasaan anda saat anak-anak mengetahui dan bertanya tentang sampah kondom bekas misalnya ? ” keluh salah seorang warga kepada jurnalis Harian Shing Ming. 

Selalu Tinggalkan K0nd0m Bekas Berserakan, Penghuni Apartemen ini Mengeluh Tempat Parkir Gedung Mereka Menjadi Tempat Berlibur Para TKW

Diberdayakan oleh Blogger.