loading...

SUARABMI.COM - Ledokombo, Jember, populer dengan sebutan kantong pekerja migran yang terbilang berhasil menggeliat menjadi kawasan percontohan. 

Bukan saja dari tata kelola uang kiriman dari luar negeri, namun juga berbagai sektor terkait dengan kehidupan pekerja migran, menjadi teladan di level nasional. 

Bahkan, jauh-jauh hari sebelum pemerintah mendengungkan program desmigratif, di kawasan tersebut telah lahir dan menerapkan program desbumi yaitu desa buruh migran.

Hal tersebut harus tercoreng dengan ulah seorang warganya. Sunyono, salah satu warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo Jember harus berurusan dengan aparat setelah misteri pembunuhan seorang pria bernama Surono (51) terungkap.

Surono (bukan Sunyono seperti yang sempat tayang, red), 51, warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, dikabarkan menghilang 7 bulan yang lalu. Awalnya, tidak ada yang mencurigai hilangnya Surono, karena selama ini dia sering hidup merantau. Namun kini muncul kabar bahwa Surono hilang karena diduga dibunuh.

Kepala Dusun Joroju, Edi menceritakan bahwa Surono menikah dengan Busani, 45. Dari pernikahan itu, Surono dikaruniai beberapa orang anak salah satunya Bahar, 27. “Bahar ini pekerjaannya merantau ke Bali,” ujar Edi, saat dihubungi melalui HP nya, Minggu (03/11) malam.
[ads-post]
Pada hari Jumat (03/11) kemarin, Edi didatangi Bahar yang baru pulang dari Bali. Saat itu, Bahar menceritakan perbincangan dengan ibunya (Busani, red) kepada Edi. “Malam jumat kemarin itu Bahar ini menelpon ibunya dan bercerita bahwa ibunya ini gak jadi nikah sama Jumari,” jelas Edi, menceritakan pertemuannya dengan Bahar.

Busani tak jadi menikah dengan Jumari, karena istri Jumari yang selama ini merantau ke Arab Saudi sudah pulang. Setelah mendapat cerita itu, Bahar kemudian menanyakan kabar ayahnya, Surono, kepada Busani. “Tapi oleh Busani, Bahar diminta tidak usah tanya-tanya kabar ayahnya lagi, karena ayahnya sudah dibunuh,” ujar Edi.

Bahar pun kemudian terus mencecar pertanyaan kepada Busani kenapa ayahnya dibunuh. “Katanya, waktu itu Busani ini tepergok bersama dengan Jumari di rumahnya oleh Surono. Kemudian, Surono dibunuh dan dikubur di bawah lantai Mushola yang ada di dapur,” ujar Edi .

Mendengar pengakuan itu, Edi kemudian melaporkannya ke Polisi. Polisi usai menerima laporan langsung datang ke lokasi. “Lantai mushola itu dibongkar. Saya tidak jelas, tapi ada semacam kain ditemukan di lokasi mushola yang dibongkar itu,” ujar Edi.

Selain itu, 3 orang yakni Busani, Bahar dan Jumari, sudah diamankan di Mapolsek Ledokombo. Surono sendiri menurut Edi, terakhir berkomunikasi dengan anaknya yang bekerja di Malaysia sekitar enam bulan lalu tepatnya di bulan April.

Kapolsek Ledokombo, AKP Wardoyo, belum bisa memberikan keterangan banyak perihal kejadian tersebut. Namun pihaknya membenarkan telah melakukan pembongkaran lantai mushola. “Masih lidik. Pembongkaran tadi sudah selesai,” ujar Wardoyo, saat dihubungi melalui HP-nya.

Saat ditanya apakah ada temuan mayat dalam pembongkaran itu, Wardoyo berkilah masih dalam penyelidikan. Pihaknya masih berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Jember dan Tim Forensik Polda Jatim. “Dari pembongkaran itu kita hanya temukan kain, kain sarung. Tunggu tim inafis dulu,” pungkas Wardoyo.

radarjember

Selingkuh Saat Istri Jadi TKW, Pria Ini Tega Mengubur Suami Selingkuhannya Dilantai Musholla Karena Kepergok Saat Berduaan

Diberdayakan oleh Blogger.
close