SUARABMI.COM - Kondisi terakhir seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan, Safruddin (26 tahun) asal Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima yang jatuh terpeleset dari lantai 11 apartemen tempat tinggalnya pada Selasa, (5/11) pukul 21:00 waktu setempat, masih belum sadarkan diri.

Berdasarakan informasi dari kerabat korban di Taiwan, korban mengalami luka yang cukup serius, "kedua tanganya patah, kaki juga patah, termasuk leher patah, bagian otak pecah dan terjadi pendarahan kedalam, kita berdo'a saja semoga beliau selamat" kata Nurita, TKW-Taiwan asal Desa Sie yang sempat mendampingi dan membesuk korban di Rumah Sakit Landseed International Hospital daerah Zhongli-Taiwan.

Masih menurut Nurita, korban telah di lakukan tindakan pembedahan/operasi pada Kamis, (07/11) pukul 01:00 dini hari tadi pagi waktu setempat. Tindakan medis tersebut dilakukan terhadap semua bagian tubuh korban yang mengalami luka dan patah tulang namun, hingga sa'at ini pasca operasi, korban belum sadarkan diri.

Baca Update: Nasib TKI Taiwan yang Terjatuh Dari Lantai 11 Ditentukan Dalam 72 Jam Mendatang, Hanya Keajaiban yang Bisa Membuatnya Bertahan

Korban di tangani secara aktif oleh sejumlah dokter spesialis dan di rawat secara intensif. Sejumlah kerabat korban yang juga sesama TKI datang silih berganti untuk mendampingi dan membesuk korban. Tak hanya itu, mereka juga melakukan penggalangan dana untuk kebutuhan perawatan korban sehari-hari sebagai bentuk solidaritas sesama TKI.
[ads-post]
Untuk biaya perawatan korban apa bila di nilai dengan mata uang rupiah, tidak kurang Rp.17jt perhari. Biaya tersebut belum termasuk perlengkapan medis yang harus di beli oleh kerabat korban seperti selang, verban dan lain-lain sehingga setiap hari para kerabat korban harus patungan tidak kurang Rp.4jt/hari.

Untuk biaya tindakan bedah/operasi yang sudah dilakukan tercatat, apa bila di nilai dengan mata uang rupiah lebih kurang Rp.200jt.

Korban adalah TKI kaburan, datang ke Taiwan dengan menggunakan visa turis namun, di gunakan untuk bekerja sehingga, korban tidak mengantongi Kartu Jaminan Kesehatan Kerja selama berada di Taiwan.

Para kerabat korban berharap, meski korban tergolong TKI ilegal, agar Pemerintah Indonesia melalui KBRI Taiwan tetap memberikan perlindungan dan menanggulangi biaya perawatan dan tindakan medis terhadap korban yang hingga informasi ini di turunkan totalnya tercatat lebih kurang Rp.300jt, pasca operasi.

Namun, dari informasi sementara yang belum di pastikan kebenarannya bahwa, pihak KDEI Taipei telah mengutus sejumlah petugas untuk melihat langsung kondisi terkini terhadap korban di Rumah Sakit Landseed International Hospital daerah Zhongli di negara Taiwan.

Kronologis kejadian bermula ketika korban yang tengah berada di lantai 11 salah satu kamar apartemen tempat tinggalnya, tiba-tiba di gerebek oleh aparat keamanan setempat. Korban akhirnya lari dan menghindar dari kejaran aparat kepolisian Taiwan karena takut akan di deportasi dan terpeleset dari lantai 11 apartemen. Korban di kabarkan lebih kurang sudah 2 tahun menjadi TKI di Taiwan. | Mahdin Jr.

Terjatuh Dari Lantai 11 Saat Digerebek Imigrasi, TKI Taiwan ini Tak Sadarkan Diri Hingga Sekarang, Alami Patah Tulang Kaki, Tangan dan Leher Hingga Pendarahan Otak

Diberdayakan oleh Blogger.
close