SUARABMI.COM - Selama enam hari dalam sepekan, ketiga perempuan ini bekerja sebagai pekerja rumah tangga di rumah-rumah warga Singapura.

Tetapi di waktu luang, mereka mempromosikan ISIS secara daring, menyumbangkan uang kepada militan di luar negeri, dan menjadi radikal hingga setidaknya seorang di antara mereka siap mati sebagai pembom bunuh diri di Suriah, menurut Kementerian Dalam Negeri Singapura.

Para wanita, semuanya warga negara Indonesia, ditangkap pada September 2019 di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri Singapura karena dicurigai ikut serta dalam kegiatan pendanaan teror dan menghadapi 10 tahun penjara dan denda hingga $ 500.000 dolar Singapura (sekitar Rp 5,1 miliar).

Seorang juru bicara KBRI Singapura dan Kemlu RI mengonfirmasi penangkapan dan mengatakan pihaknya memberikan pendampingan konsuler kepada para wanita, yang tidak memiliki perwakilan hukum karena mereka masih dalam penyelidikan.

Para wanita itu belum secara resmi didakwa, namun masih dalam tahanan. Di bawah undang-undang keamanan Singapura, mereka dapat ditahan hingga dua tahun sebelum mereka diadili.

Para ahli terorisme mengatakan mereka bukan satu-satunya pekerja rumah tangga yang diyakini telah diradikalisasi online ketika bekerja di kota-kota besar Asia seperti Singapura dan Hong Kong.
[ads-post]
Ketika ISIS mengalihkan pandangannya ke Asia setelah jatuhnya kekhalifahan di Timur Tengah, para perempuan itu semakin menjadi sasaran, meskipun dengan cara yang kurang terorganisir, para ahli memperingatkan.

Antara 2015 dan 2017, IPAC melakukan penyelidikan sendiri terhadap radikalisasi pekerja rumah tangga dan mendapati ada "spektrum radikal" dari setidaknya 50 perempuan Indonesia yang bekerja di luar negeri sebagai pengasuh anak, pembantu rumah tangga atau pengasuh untuk lansia.

Di antara mereka, 43 berbasis di Hong Kong, empat di Singapura dan tiga di Taiwan. Karena sulitnya mendapatkan data dan kesaksian langsung, ini adalah angka terbaru yang tersedia.

Tinggal jauh dari rumah di lingkungan yang asing, kadang-kadang terkena perlakuan buruk oleh majikan yang tidak bermoral, mereka sangat rentan terhadap indoktrinasi online.

Dengan menjadikan para TKW militan ISIS, mereka akan sangat mudah mendapat dana karena gaji mereka besar dan juga loyalitas para TKW itu tinggi.

Oleh karena itu, waspadalah kamu yang saat ini sedang belajar hijrah dan belajar Islam melaluionline, jangan sampai kamu menjadi korban kelak karena dimanfaatkan oleh kelompok - kelompok tertentu yang telah mencuci otakmu. Bekerjalah dan fokus pada keluarga.

Waspada, TKW Hongkong, Singapura dan Taiwan Menjadi Sasaran ISIS Karena Gaji Mereka Besar Untuk Mendanai Aksinya, Ingat Jangan Salah Jalan

Diberdayakan oleh Blogger.
close