-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Sebuah organisasi yang mewakili para majikan informal Taiwan melakukan protes terhadap undang - undang berharap ada pembolehan untuk memecat atau memindahkan pekerjanya yang hamil dan melakukan tes kehamilan berkala.

Pada konferensi pers, perwakilan dari Asosiasi Pengembangan Harmoni Hubungan Pekerja-Hubungan Internasional Taiwan (TIWER) mengatakan bahwa mereka mengajukan proposal itu karena keprihatinan atas kualitas perawatan yang diterima oleh majikan dan kesehatan serta hak asasi ibu hamil.

Perwakilan TIWER Chien Li-jen (簡 莉 珍) mengatakan bahwa tidak seperti pekerja pabrik, yang dapat dialihkan ke tugas yang ringan secara fisik saat hamil, pengasuh rumah tangga tidak memiliki pilihan ini dan tidak dapat dipindah atau dipecat.

Pekerjaan perawatan rumah tangga sudah berat secara alami, kata Chien, dan dia berpendapat bahwa tidak adil mwnuntut majikan untuk memikul tanggung jawab penuh atas keselamatan pengasuh jika mereka hamil.

Pada saat yang ini, undang-undang melarang majikan untuk memutuskan kontrak mereka dengan pengasuh yang sedang hamil, dimana hal ini merupakan pelanggaran terhadap hak-hak pengusaha, kata Chien.
[ads-post]
TIWER membuat dua proposal untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya adalah mencanangkan kembali tes kehamilan berkala untuk pekerja perawatan rumah tangga, sehingga baik majikan dan TKW akan tahu kapan mereka hamil.

Yang lainnya adalah meminta pemerintah untuk membentuk undang-undang pengasuh jangka panjang yang membebaskan pengasuh domestik dari perlindungan kehamilan yang berlaku bagi pekerja migran lainnya.

Ketika dimintai tanggapan, seorang pejabat Departemen Tenaga Kerja tidak akan menawarkan pendapat apa pun tentang tuntutan kelompok ini dan hanya merinci dasar hukum untuk sistem yang saat ini ada.

Tes kehamilan dihapus dari "Peraturan Pemerintah yang Mengatur Manajemen Pemeriksaan Kesehatan Orang yang Bekerja" pada tahun 2015, sejalan dengan perlindungan kehamilan bersalin dan standar hak asasi manusia, kata pejabat itu.

Atas permintaan kedua, pejabat itu mengatakan bahwa di bawah "Undang-Undang Kesetaraan Gender dalam Ketenagakerjaan," baik pekerja Taiwan maupun pekerja asing tidak dapat dikenakan pemecatan, diskriminasi, atau bentuk perlakuan tidak adil lainnya dari majikan mereka karena hamil.

Pasal 44 dari "Peraturan tentang Izin dan Administrasi Ketenagakerjaan Pekerja Asing" menjamin bahwa pekerja asing yang melahirkan di Taiwan selama masa kerja mereka diizinkan untuk melanjutkan tetap bekerja, selama mereka dapat merawat anak tersebut, kata pejabat itu.

Penulis: bejo
doc. focustaiwan

Karena Maraknya TKW Taiwan yang Hamil, Para Majikan Taiwan Berdemo dan Minta Agar Boleh Memecat TKWnya yang Hamil

Diberdayakan oleh Blogger.