loading...

SUARABMI - Fakir miskin dan anak telantar memang harus dipelihara negara. Tak ingin menyalahi amanat UUD 1945, Pemkab Ponorogo memastikan penjaminan sosial bagi keluarga Exel Aditya Putra.

Jumat (10/1) Exel dipanggil Dinsos PPPA Ponorogo. Pemulung yang baru berusia 12 tahun itu datang bersama Suraji, kakeknya, dan Deeva, adiknya. ‘’Kami pastikan akan ada berbagai program bantuan yang siap diberikan kepada keluarga Exel,’’ janji Kepala Dinsos PPPA Ponorogo Supriyadi.

Exel bersama kakek dan adiknya tiba di kantor dinsos sekitar pukul 09.00. Dia ditemui langsung Supriyadi. 

Mereka berbincang secara tertutup di ruang kerja Supriyadi selama lebih dari 30 menit. Usai keluar ruangan, Supriyadi mengatakan bahwa sejumlah program bantuan siap diberikan dengan catatan, administrasi kependudukan keluarga Suraji dibenahi terlebih dulu. ‘’Karena domisilinya di Purbosuman, sedangkan KTP-nya di Surodikraman,’’ sebut Supriyadi.
[post_ads]
Dinsos akan berkoordinasi dengan dispendukcapil untuk membenahi data tersebut. Setelah itu barulah berbagai bantuan akan diberikan. 

Yang paling mendesak menyertakan keluarga Suraji dan keempat cucunya itu dalam program jaminan sosial. Supriyadi menjamin keluarga Suraji mendapat kartu Indonesia sehat (KIS) dan kartu Indonesia pintar (KIP). 

Bantuan pemodalan juga akan diberikan supaya keluarga Suraji dapat meningkatkan taraf ekonominya. ‘’Nanti biaya BPJS-nya akan ditanggung pemerintah. Program bantuan dari pusat dan provinsi, seperti bantuan pangan nontunai (BPNT), juga bisa diberikan,’’ paparnya.

Menurut laporan yang diterima Supriyadi, Kailla Nisa Ayu Sasmita, kakak Exel, mulai menutup diri karena merasa malu. Karena itu, perlu dilakukan pendampingan psikologis. 

‘’Pendampingan ini penting supaya ke depan Exel dan kakak adiknya dapat kembali bersekolah seperti biasa. Karena mereka masih anak-anak. Waktunya adalah untuk belajar, bukan memenuhi kebutuhan sehari-hari,’’ tegas Supriyadi. (radarmadiun)

Akhirnya, Exel Bocah yang Mulung Demi Adiknya di Ponorogo Karena Menjadi Korban Perceraian Ortunya Ditanggung Pemerintah

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini