loading...

SUARABMI.NET - Bayang-bayang ganasnya wabah virus SARS pada tahun 2001-2003 hingga memakan korban jiwa 700-an orang meninggal dunia tentu menjadi hantu menyeramkan. Terlebih lagi, jika berbicara terkait dengan pengobatan, hingga kini belum ada pengobatan yang dikonfirmasi dapat bekerja pada semua orang yang terinfeksi SARS.

Hal penting yang harus diketahui terkait penyebaran virus tersebut, tentu cara penyebaran sekaligus cara menghadapi baik pasien maupun lingkungan yang terdampak wabah virusnya.

Mengutip Honest Doctor, pneumonia SARS dapat menyebar ketika orang yang terinfeksi bersin, batuk atau kontak secara langsung wajah ke wajah dengan orang lain. Kontak wajah dengan wajah maksudnya:
  • Merawat orang yang terinfeksi SARS
  • Kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi SARS
  • Mencium, memeluk, menyentuh, atau berbagi peralatan makanan atau minuman dengan orang yang terinfeksi SARS

Anda juga dapat terinfeksi SARS karena menyentuh benda yang terkontaminasi oleh air pernapasan dari orang yang terinfeksi SARS dan kemudian menyentuh mata, mulut atau hidung. Penyakit juga mungkin menyebar melalui udara, tetapi peneliti belum memastikan hal tersebut.
[post_ads]
Bagaimana SARS didiagnosa?
Tes laboratorium yang cukup banyak telah dilakukan untuk mendeteksi virus SARS. Selama wabah SARS pertama, tidak ada tes laboratorium untuk penyakit tersebut.

Diagnosis hanya dibuat secara primer melalui gejala dan riwayat medis. Saat ini, tes laboratorium dapat dilakukan dari potekan hidung atau tenggorokan atau sampel darah. X-ray pada daerah dada juga dapat menunjukkan tanda pneumonia karakteristik SARS.

Apakah SARS dapat menyebabkan komplikasi?
Kebanyakan kefatalan yang berhubungan dengan SARS adalah terjadinya kerusakan organ pernapasan. SARS juga dapat menyebabkan gagal hati dan jantung.

Kelompok orang yang berisiko mengalami komplikasi adalah orang-orang yang berusia lebih dari 60 tahun yang telah didiagnosa dengan kondisi kronis lainnya.

Bagaimana SARS diobati?
Masih belum ada pengobatan yang dikonfirmasi dapat bekerja pada semua orang yang terinfeksi SARS. Pengobatan antiviral dan steroid terkadang diberikan untuk mengurangi pembengkakan pada paru-paru, tetapi tidak efektif untuk semua orang.
[post_ads_2]
Oksigen suplemental atau ventilator juga dapat diresepkan jika diperlukan. Pada kasus yang parah, plasma darah dari seseorang yang telah sembuh dari SARS juga dapat diberikan. Namun, belum ada bukti yang cukup yang menunjukkan metode pengobatan tersebut efektif.

Apa yang bisa diharapkan untuk SARS?
Peneliti saat ini sedang mencari vaksin untuk SARS, tapi tidak ada percobaan pada manusia untuk vaksin yang potensial. Karena tidak ada pengobatan yang terkonfirmasi atau dapat menyembuhkan SARS, merupakan hal yang penting untuk mengambil pengukuran pencegahan sebanyak mungkin.

Berikut adalah langkah yang terbaik untuk mencegah transmisi SARS jika Anda berkontak dekat dengan seseorang yang terdiagnosa penyakit SARS:
  1. Cucilah tangan secara sering
  2. Gunakan sarung tangan sekali pakai jika Anda menyentuh cairan tubuh yang terinfeksi
  3. Gunakan masker medis saat Anda berada di ruangan yang sama dengan orang yang terinfeksi SARS
  4. Lakukan disinfeksi benda yang telah terkontaminasi virus
  5. Cucilah benda-benda pribadi termasuk seprai dan peralatan makan yang digunakan orang yang terinfeksi SARS

Selain itu, ikuti langkah di atas setidak hingga selama 10 hari setelah gejala SARS telah hilang. Rawatlah anak di rumah, jauhkan dari sekolah, jika anak Anda mengalami demam atau masalah pernapasan setelah kontak dengan seseorang yang terinfeksi SARS.

Begini Virus Misterius Penumonia – SARS Menyebar di Hongkong, dan Begini Cara Menghadapinya

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini