loading...

SUARABMI.COM - Ribuan Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) yang pulang dari luar negeri berpotensi menumpuk di Kepulauan Riau ( Kepri) jika daerah-daerah lain telah memberlakukan lockdown lokal. 

Plt Gubernur Kepri H Isdianto meminta para menteri terkait segera turun tangan mencegah potensi penumpukan TKI di Kepri. 

"Makanya, kami mohon kepada Bapak Menteri agar segera mencarikan solusi guna menyelesaikan persoalan ini," kata Isdianto dalam rapat koordinasi melalui video conference bersama sejumah kementerian di Kantor Gubernur Dompak. 

Rapat dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Rapat Koordinasi Kewajiban Karantina Arus Balik Pekerja Migran Indonesia itu juga diikuti Mendagri, Menkes, Menteri Kelautan dan Perikanan serta sejumlah kementerian lainnnya.
[ads-post]
Isdianto melanjutkan, gelombang TKI yang berdatangan dari Malaysia dan Singapura melalui jalur Kepri mencapai 3.000 orang setiap harinya. 

Hal ini menuai keresahan bagi masyarakat Kepri. Mereka khawatir, kondisi ini membuat penularan Covid-19 semakin meluas di wilayah Kepri.

"Dikhawatirkan akan berdampak kurang baik bagi masyarakat Kepri itu sendiri. Bahkan saat ini masyarakat sudah resah di tengah krisis Covid-19 ini," kata dia.

Jika seluruh daerah memberlakukan lockdown local, penumpukan TKI di Kepri akan terjadi. Sebab mereka tidak bisa pulang ke kampung halaman masing-masing. Isdianto mengaku merasa kewalahan menghadapi kondisi tersebut. 

"Kalau lockdown dilakukan, dikhawatirkan masyarakatnya akan numpuk di Kepri. Jujur saja hal ini akan merepotkan kami. Ngurus warga kami saja kami sudah kewalahan apalagi kalau ada warga daerah lain yang numpuk di sini," katanya.

kompas

TKI Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Diberdayakan oleh Blogger.
close