loading...

SUARABMI.COM - Menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19, pemerintah Hongkong mengeluarkan aturan baru yang mulai berlaku sejak tadi malam pukul 00.00 dimana siapapun dilarang berkerumun ditempat umum lebih dari 4 orang termasuk para BMI.

Namun faktantya hari ini masih sangat banyak para BMI yang liburan bareng dan duduk bersama lebih dari 4 orang.

Seperti yang terjadi di Mongkok hari ini, masih banyak para BMI yang melanggar aturan baru ini, namun menurut JBMI, hal ini karena terpaksa.

"Yang libur tolong saling mengingatkan karena tidak baik baik bagi kita nanti kalau tidak mengindahkan larangan untuk berkumpul yang berlaku mulai tadi malam" Ujar JBMI dalam siaran langsungnya.

JBMI menyayangkan hal demikian namun ia juga bisa memahami kondisi para BMI yang tidak mempunyai tempat sedang kondisi di Hongkong hujan, sehingga mereka berteduh.
[ads-post]
"Temen - temen terpaksa harus berteduh oleh teman - teman migran disini. Mereka (pemerintah) tidak memberikan alternatif tempat duduk padahal setiap hari minggu para pekerja migran tidak mempunyai tempat istirahat" Ujar Eni Lestari.

Walaupun demikian, JBMI menghimbau kepada para BMI untuk tetap menjaga diri. "Kami menghimbau bagi teman - teman yang mengetahui ada perkumpulan BMI yang jarak dekat, mungkin diingatkan saja dengan sopan, demi kesehatan kita tolong jaga jarak dan jangan berbagi dengan alat makan yang sama dan memakai masker" Ujar Eni Lestari.

Beberapa stasiun TV juga terlihat meliput kegiatan para BMI yang berkumpul dikawasan Mongkok, tempat favorit para pekerja migran Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Larangan lebih dari 4 orang berkumpul di tempat-tempat umum akan berlaku baik di dalam maupun di luar ruangan selama dua minggu dari hari Minggu (29 maret 2020), dengan pelanggar dikenakan denda minimal HK$2,000 hingga maksimum HK $25,000 atau enam bulan penjara.

Walaupun Dilarang dan Terancam Denda HK$25.000, PMI Hongkong Tetap Liburan dan Kumpul Bareng Hari Ini, Berikut Alasan Mereka Acuhkan Aturan

Diberdayakan oleh Blogger.
close