Banner iklan disini
loading...

SUARABMI.COM - Dalam pelayanan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di masa pandemi Covid-19 ini, BP2MI menemui beberapa hambatan seperti adanya keterbatasan ketersediaan shelter dimana shelter Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Tangerang hanya dapat menampung 25 orang.

Hambatan lain adalah adanya pembatasan moda transportasi domestik (darat, laut dan udara) tetapi penerbangan internasional untuk repatriasi WNI termasuk PMI tetap dibuka.

Hal tersebut dijelaskan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Pergerakan WNI yang Tiba Kembali ke Tanah Air, yang dilaksanakan melalui video conference, pada Rabu (29/4). 

Menanggapi hal itu, Menteri Perhubungan Budi Karya menjelaskan bahwa mulai Senin (4/5) Kementerian Perhubungan akan memfasilitasi penyediaan angkutan udara, laut, dan darat untuk WNI yang kembali ke tanah air.

Budi Karya juga menyarankan untuk memfokuskan kepulangan di 3 (tiga) bandara, yaitu Bandara Kualanamu, Bandara Kertajati, dan Bandara Ngurah Rai selama masa pandemi Covid-19. Karena Jakarta merupakan episentrum virus Corona, maka tidak disarankan kepulangannya melalui Bandara Soekarno Hatta. Terlebih lagi daerah asal PMI lebih dekat melalui Bandara Kertajati. 
[ads-post]
Tetapi jika kepulangan PMI ada yang melalui Soekarno Hatta, Kementerian Perhubungan juga menyediakan alat transportasi dengan kereta dan bis ke beberapa daerah asal, yaitu Semarang, Jogjakarta dan Surabaya. Serta untuk jalur laut difokuskan di pelabuhan Batam.

Dilansir dari Savepmi.taiwan (30/4/2020), Benny menyampaikan bahwa BP2MI telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Kementerian Sosial melalui surat, untuk meminta bantuan pemanfaatan RPTC (Rumah Perlindungan Trauma Center-Center) untuk penampungan sementara bagi PMI yang kembali ke tanah air. 

BP2MI juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan RI di masing-masing negara penempatan untuk menginformasikan kedatangan PMI lebih awal sebelum tiba di Indonesia sehingga petugas BP2MI bisa menyiapkan pelayanan secara prima dan memberikan surat jalan kepada PMI agar dapat melanjutkan perjalanan ke daerah asal. 

Selain itu, BP2MI juga telah berkoordinasi dengan BNPB selaku Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 terkait bantuan koordinasi dalam rangka fasilitasi kepulangan PMI.

Penulis: haniTW

Kabar Baik, BP2MI Layani Kepulangan PMI, Kemenhub Sediakan Angkutan Bagi PMI ke Daerah Asal, Hindari Calo

Diberdayakan oleh Blogger.