loading...

SUARABMI.COM - Penerapan PSBB dan penghentian semua penerbangan domestik ternyata berimbas kepada para pekerja migran Indonesia yang pulang ke tanah air dimana mereka tak bisa melanjutkan perjalanan dengan pesawat lantaran tidak ada penerbangan sama sekali.

Hanya ada 2 cara untuk sampai kerumah masing - masing dari Jakarta yaitu dengan mobil jemputan yang maksimal boleh di isi 4 orang dan dengan travel yang bisa disewa dibandara.

Untuk mobil jemputan pribadi, sopir harus mengantongi surat rekomendasi dari desa agar bisa tembus sampai Jakarta dan kembali kerumah sedangkan bagi yang tidak, harus naik travel menuju rumah masing - masing yang sebagian sangat jauh jaraknya.

Namun beberapa PMI mengeluhkan biaya travel yang terlampau tinggi yang menurut mereka diluar nalar dan jauh dari biasanya.
[ads-post]
Seperti yang diceritakan oleh Nurie, salah satu TKW yang melakukan perjalanan pulang kemarin (26 April 2020) menuju Cilacap. Menurutnya, ia harus merogoh kocek 3 juta lebih untuk membayar travel agar sampai rumahnya.

"Yang mau pulang Indo, saya sarankan jangan dulu, soalnya tidak ada penerbangan lokal sama sekali, semua turun di Bandara Soekarno Hatta, itupun harus pakai jemputan pribadi, kalaupun naik travel, harus nyater, 3 juta sampai cilacap itu kalau aku pribadi" Ujarnya dalam akun facebooknya.

Ia menyarankan juga kepada para PMI agar sedia uang 3 hingga 4 juta bagi yang mau pulang namun tidak dijemput mobil pribadi.

Namun bagi PMI yang sudah habis kotrak dan visa habis, mau tidak mau harus pulang ke tanah air. Oleh karenanya, siapkan penjemput jauh - jauh hari biar tidak terlalu banyak mengeluarkan uang.

PMI yang Pulang Keluhkan Biaya Travel Dari Bandara Soetta Super Mahal, Lebih Baik Tunda Kepulangan Jika Bisa

Diberdayakan oleh Blogger.
close