loading...

SUARABMI.COM - Satu keluarga di Karangasem Bali terjangkit Corona. Mereka adalah bagian dari 13 orang yang tertular lewat transmisi lokal yang diumumkan hari ini.

Sekertaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra mengumumkan hari ini 22 kasus baru di Bali. Sebanyak 13 orang tertular lewat transmisi lokal. Dari 13 orang itu, 8 orang terjangkit di Bangli dan 4 orang merupakan 1 keluarga di Karangasem.

"Hari ini saya laporkan kasus positif bertambah sebanyak 22 orang 13 di antaranya adalah transmisi lokal 13 ini saya lihat saya baca tadi ternyata 8 orang berasal dari Bangli dari 1 banjar berasal dari Bangli 8 orang positif melalui transmisi lokal kemudian 4 orang juga sama dari satu lingkungan dari Karangasem yakni lingkungan 4 orang mereka ini satu rumah satu keluarga besar," ujarnya dalam keterangan jumpa pers, Selasa (28/4/2020).

Indra menjabarkan penyebab 1 keluarga yang terjangkit. Mereka terjangkit dalam satu lingkungan karena pernah kontak dengan orang positif COVID-19 yang tanpa gejala yakni merupakan PMI (pekerja migran Indonesia) atau TKI yang baru pulang.

"Penyebab utamanya adalah mereka mendapatkan transmisi lokal karena kontak dengan yang positif terlebih dahulu yakni pekerja migran yang pulang dan melakukan karantina mandiri di rumah inilah yang menginfeksi 1 keluarga itu satu banjar itu. Karena jumlahnya sangat besar untuk di Bangli itu 8 orang 1 banjar maka dari itu tadi saya sudah menelepon langsung bupati Bangli menanyakan hal ini kenapa sampai terjadi dalam jumlah yang besar ini transmisi lokal di satu banjar,"jelas Indra.
[ads-post]
Sementara itu 8 orang di Bangli terinfeksi karena kontak langsung dengan PMI yang melakukan karantina mandiri.

"Saya mendapatkan informasi langsung dari bupati Bangli bahwa awalnya adalah 1 PMI yang positif melakukan karantina mandiri di rumah karena dia tanpa gejala tidak ada indikasi terinfeksi COVID-19 maka dia berinteraksi biasa dengan keluarganya kemudian satu banjar itu 8 orang terinfeksi begitu juga yang di Karangasem 1 lingkungan yakni lingkungan 4 orang terinfeksi saya juga langsung menanyakan hal tersebut Wakil Bupati Karangasem untuk minta penjelasan mengapa kasus itu terjadi?, demikian dan dari Bupati Bangli dari Wakil Bupati Karangasem saya mendapatkan gambaran seperti itu," ungkap Indra.

Indra mengatakan dirinya sudah melakukan koordinasi dengan Bupati Bangli dan Wakil Bupati Karangasem untuk menjaga agar tidak ada lagi penularan.

"Oleh karena itu saya langsung meminta kepada Bupati Bangli dan juga Wakil Bupati Karangasem untuk menjaga dengan baik supaya tidak ada lagi transmisi lokal di banjar itu, di lingkungan itu di keluarga itu saya mohon kepada bapak Bupati dan Wakil Bupati untuk menjaga dengan baik karena ini adalah kasus cukup besar hari ini paling besar atau paling banyak jumlahnya dari laporan-laporan saya dari beberapa hari yang lalu," tegas Indra.

Indra mengatakan, dari kedua peristiwa ini, pihaknya mengambil kesimpulan bahwa arahan-arahan yang telah diberikan oleh pemerintah Provinsi Bali pada tingkat implementasinya di lapangan belum dilaksanakan dengan penuh disiplin.

"Kalau saja warga atau masyarakat kita para migran Indonesia yang baru pulang dari luar negeri mengikuti arahan pemerintah dengan baik untuk melakukan karantina mandiri di rumah dengan jaga jarak dengan rajin mencuci tangan tidak mengadakan kontak dekat dengan orang lain maka kasus ini tidak akan terjadi jika kasus ini terjadi berarti tidak ada kedisiplinan di situ tidak ada ketaatan kepada arahan pemerintah ketidaktaatan kepada protokol penyebaran COVID-19," tambah Indra.

detiknews

Satu Keluarga Positif Covid-19 Setelah Menerima Kepulangan PMI yang Ternyata Positif Tanpa Gejala

Diberdayakan oleh Blogger.
close