Banner iklan disini
loading...

SUARABMI.COM - Otoritas Singapura melaporkan lonjakan 1.426 kasus virus Corona (COVID-19) di wilayahnya. Sebagian besar kasus baru itu merupakan para pekerja asing atau pekerja migran.

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (20/4/2020), Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) dalam pernyataan terbaru menyebut total kasus virus Corona di Singapura kini mencapai 8.014 kasus dengan adanya lonjakan tersebut.

MOH menyebut bahwa 'sebagian besar' kasus-kasus baru itu merupakan para pemegang izin kerja yang tinggal di asrama-asrama khusus pekerja asing atau pekerja migran di negara tersebut.

Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) dan Otoritas Konstruksi (BCA) menekankan bahwa lonjakan kasus dari kalangan pekerja asing kebanyakan terpusat di asrama-asrama, terdapat juga kasus-kasus di lokasi-lokasi proyek konstruksi.
[ads-post]
Kementerian Luar Negeri menyatakan sejauh ini tidak ada laporan tenaga kerja Indonesia yang tinggal di asrama pekerja migran di Singapura yang menjadi klaster baru penyebaran virus corona (Covid-19).

"Tidak ada WNI yang tinggal di asrama dan tertular (corona). Sejauh ini data yang didapat Kemlu RI, 48 WNI positif Covid-19 di Singapura bukan berasal dari kluster tenaga kerja asing di Singapura yang sekarang tingkat penularannya cukup tinggi," kata pelaksana tugas juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, dalam jumpa pers virtual pada Rabu (22/4).

Pernyataan itu diutarakan Faizasyah menyusul pemberitaan media Singapura yang melaporkan bahwa negara itu tengah menghadapi lonjakan kasus corona gelombang kedua. Sebagian besar kasus baru ini disebut berasal dari klaster pekerja migran.

Singapura memang telah melakukan karantina sekitar 20 ribu pekerja migran selama dua pekan pada awal April lalu, setelah terjadi lonjakan kasus virus corona yang terdeteksi berasal dari asrama tenaga kerja asing. (dtk)

Singapura Catat Lonjakan 1.426 Kasus Corona, Mayoritas Pekerja Migran, Tapi Tak Satupun Dari Indonesia

Diberdayakan oleh Blogger.