loading...

SUARABMI.COM - Menteri Kesehatan sekaligus Kepala Pusat Komando Epidemi Taiwan (CECC), Chen Shih-chung (陳時中) menjawab kemungkinan apakah wabah akan segera berakhir di Taiwan dalam rapat dengan Legislatif Yuan dan konferensi pers hari ini (27 April).

Berdasarkan laporan dari beberapa media Taiwan, seperti Taiwan News, Menteri Chen Shih-chung mengatakan ada kemungkinan epidemi lokal, dalam negeri Taiwan bisa berakhir sementara pada akhir Juni 2020 jika trend nol kasus di Taiwan dapat dipertahankan selama 14 hari berturut-turut.

Dilansir dari CNA, hari ini (27 April), dalam rapat dengan Legislatif Yuan, legislator KMT Tseng Ming-chung (曾銘宗) bertanya, jika dalam 14 hari berturut-turut tidak ada kasus (nol kasus); apakah ada kemungkinan wabah COVID-19 di dalam negeri Taiwan dapat berakhir di akhir bulan Juni?

Menteri Chen pun mengatakan, jika selama 14 hari berturut-turut tidak ada laporan kasus lokal dalam negeri Taiwan, dan tidak ada hal-hal khusus yang terjadi secara tiba-tiba, maka epidemi dalam negeri Taiwan bisa berakhir sementara di akhir bulan Juni.

Namun demikian, ia juga menekankan, meskipun kasus dan wabah dalam negeri semakin rendah, tapi wabah secara global tidak dapat selesai dengan cepat.
[ads-post]
Selain daripada itu, terkait dengan kemungkinan virus kembali datang di musim gugur dan musim dingin, Menteri Chen juga mengatakan bahwa hal tersebut masih verifikasi ilmiah dan peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahwa antibodi yang ada saat ini tidak menjamin infeksi kedua dari virus tersebut.

Ia pun mengatakan, berdasarkan hasil penelitian, antibodi tidak memiliki dampak tertentu terhadap virus ini, memberikan tantangan tersendiri pada penelitian dan pengembangan vaksin. Jika vaksin yang diharapkan ternyata tidak efektif, maka Menteri Chen pun memperingatkan, wabah dapat kembali terjadi di musim gugur dan musim dingin berikutnya.

Dilansir dari UDN, Legislator Tseng pun mempertanyakan sampai kapan penerapan jaga jarak akan berlaku? Menteri Chen pun mengatakan bahwa hal ini tergantung dari keadaan; bergantung pada kegiatan penelitian akan vaksin dan pengobatan. Untuk saat ini, ia melihat ada beberapa tanda (harapan).

Pemerintah Taiwan sendiri dalam konferensi pers sebelumnya mengatakan, pemerintah Taiwan sedang bersiap melonggarkan beberapa aturan dan tetap memperhitungkan agar pencapaian saat ini tetap positif.

Hingga saat ini, pihak CECC sendiri terus meminta masyarakat yang merasa tidak enak badan, terutama memiliki gejala-gejala terkait COVID-19 untuk meminta bantuan petugas medis atau menghubungi hotline 1922. Masyarakat yang menjadi pasien juga diharapkan proaktif; memberikan informasi secara jujur kepada dokter terkait riwayat perjalanan dan orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien tersebut.

taiwannews, nahoindo, focustawan

Tak Ada Penambahan Kasus Dalam 3 Hari, Covid-19 di Taiwan Kemungkinan Berakhir Lebih Cepat

Diberdayakan oleh Blogger.
close