Banner iklan disini
loading...

SUARABMI.COM - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sedang bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan pendataan para tenaga kerja Indonesia alias TKI yang baru pulang dari luar negeri.

Nantinya TKI yang kebanyakan baru pulang dari Malaysia ini diarahkan untuk bekerja dan mendapatkan upah lewat program padat karya tunai Kementerian PUPR.

"Kami juga kerja sama dengan Kemenlu, kami akan data PMI (pekerja migran Indonesia) yang baru pulang dari Malaysia kita identifikasi dari mana saja asalnya," kata Basuki lewat rilis video BNPB, Senin (13/4/2020).
[ads-post]
Setelah didata dan sudah melewati masa isolasi mandiri, para TKI yang mayoritas kehilangan pekerjaan ini akan diarahkan untuk bekerja sementara lewat program padat karya tunai.

"Jadi setelah isolasi mandiri dia bisa bekerja di padat karya yang sudah kita siapkan di daerahnya tinggal," kata Basuki.

Lewat program padat karya tunai ini, masyarakat akan dipekerjakan di berbagai proyek. Mulai dari pembangunan irigasi, pembangunan pisew, pelaksanaan program kota tanpa kumuh, dan lain sebagainya.

Kementerian PUPR sendiri sudah menyiapkan Rp 10,22 triliun untuk membiayai program padat karya ini. Uang tersebut diambil dari dana realokasi Kementerian PUPR sebesar Rp 36,19 triliun.

detiknews

TKI yang Pulang ke Indonesia, Akan Diajak Garap Proyek Infrastruktur Agar Tidak Kembali Merantau Lagi

Diberdayakan oleh Blogger.