loading...

SUARABMI.COM - Ada kasus viral baru - baru ini di Taiwan dimana seorang TKW asal Filiphina membuat siaran langsung di facebook untuk mengkritik presidennya, Duterte. Namun dalam video itu, ia dinilai menggunakan bahasa dan gerakan yang tidak sepantasnya hingga membuat pejabat Filiphina geram.

Dalam video siaran langsungnya berdurasi 3 menit ia mengatakan kepada presidennya terkait lockdown di Filiphina "Tuan Presiden, apakah Anda pikir orang-orang akan mati karena virus?, tidak, tetapi mereka akan mati kelaparan"? Ucapnya sambil mengetuk - ketuk meja dengan penuh energi dan semangat.

Kemarahannya ini terkait dengan aturan ketat di Filiphina sehingga keluarga kesulitan menerima pengiriman uang dari Taiwan. Karena kemarahannya ini, ia berusaha mengajak orang lain untuk tdiak terlalu patuh kepada presiden Duterte.

Setelah videonya beredar luas di media sosial, ia langsung dicari oleh pejabat pemerintah Filiphina untuk menghapus videonya dan meminta Taiwan mendeportasinya.

Namun, Departemen Tenaga Kerja Taiwan menekankan bahwa Taiwan adalah negara dengan kebebasan berbicara, dia tidak melanggar hukum Republik Tiongkok, sehingga departemen akan melindungi hak-hak kerjanya dan tidak akan memulangkannya.
[ads-post]
Menurut Departemen Tenaga Kerja, mereka tidak akan mendeportasi pekerja asing kecuali pekerja tersebut melakukan suatu hal yang ilegal sementara TKW tersebut masih menyisakan kontrak 2 tahun lagi.

Pada hari yang sama, Asosiasi Perlindungan Hak Pekerja Migran atau Migrante International datang untuk membela TKW yang bekerja di Yunlin tersebut.

MOFA pada hari Senin juga menyatakan bahwa "Taiwan adalah negara berdaulat, mandiri dimana pekerja asing menikmati perlakuan sebagai warga negara yang layak, dan hak-hak mereka serta kepentingan mereka dilindungi oleh undang-undang dan peraturan yang relevan, termasuk kebebasan berbicara, yang harus dihormati oleh pemerintah semua negara".

Kasus ini masih tarik ulur antara Taiwan dan Filiphina, namun jika dia dinyatakan bersalah melanggar Undang-Undang Pencegahan Kejahatan Dunia Maya, dia akan menghadapi hukuman penjara hingga enam bulan atau denda setinggi 250.000 peso, menurut hukum yang berlaku di Filipina.

sumber: yahoo.taiwan

Mengkritik Presidennya, TKW Taiwan ini Diminta Dideportasi Oleh Negaranya Namun Dibela Oleh Taiwan Karena Dianggap Kebebasan Berbicara

Diberdayakan oleh Blogger.
close