loading...

SUARABMI.COM - Dari tahun ke tahun, Taiwan semakin diminati sebagai salah satu negara tujuan pengiriman bagi para pekerja migran asal Indonesia. Dibanding di Malaysia, gaji yang diterima pekerja asal Indonesia di negara tersebut relatif lebih tinggi. 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Taiwan jadi negara kedua penampung terbanyak pekerja migran asal Indonesia setelah Malaysia. Taiwan tercatat menampung tenaga kerja Indonesia ( TKI) sebanyak 79.574 orang atau hampir menyamai Malaysia yang jumlah TKI-nya mencapai 79.662. 

Angka tersebut hanya mencatat jumlah TKI yang masuk dengan jalur resmi, sehingga mengabaikan mereka yang bekerja tanpa dokumen legal.  Dikutip dari Harian Kompas, Senin (4/5/2020), sebelum pandemi virus corona (Covid-19), di Taiwan, ada lebih dari 260.000 warga negara Indonesia, mayoritas adalah pekerja migran. Sebagian besar dari mereka berprofesi menjaga orang lanjut usia dan tugas asisten rumah tangga lainnya.

Gaji TKI di Taiwan rata-rata berkisar 17.000 NT (dollar Taiwan) sampai 23.000 NT atau Rp 8.638.000 hingga Rp 11.687.000 (kurs Rp 506). Setelah dipotong untuk agen sebesar 1.500 NT. Setiap bulan rata-rata tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan bisa mengirim uang ke kampung halaman sekitar 10.000 NT (Rp 5.081.000). Secara keseluruhan, jumlah pekerja migran di Taiwan sekitar 670.000. Di mana pekerja migran Indonesia cukup mendominasi di Taiwan. 

Kehidupan TKI di Taiwan Para pekerja migran Indonesia di Taiwan lebih bisa merasakan kebebasan berekspresi di negara demokrasi. Sebut saja, Bening, pekerja migran Indonesia, asal Solo, yang sering diundang tampil menari di acara-acara di Taiwan. ”Di sini lebih bisa berekspresi,” ujar Wahyuni, pekerja asal Jawa Timur yang pernah bekerja di Arab Saudi. 
[ads-post]
Banyak juga di antara mereka yang kemudian menikah dengan orang Taiwan dan kemudian menetap di Taiwan. Seperti Rosada, asal Indramayu, yang menikah dengan orang Taiwan dan tinggal di Taichung.

”Saat ada tamu dari Indonesia, saya diundang membantu menemani atau menerjemahkan,” kata Rosada yang punya nama Taiwan, Cienti. Sejumlah warga negara Indonesia yang menikah dengan orang Taiwan ada juga yang sukses berusaha di Taipei. 

Banyak warung-warung Indonesia dan makanan Indonesia dibuka di Taipei, khususnya di kawasan Indonesia, di dekat stasiun utama Taipei. 

Dari sisi tampilan, pekerja migran Indonesia di Taiwan tampak lebih modis. Telepon pintar tak pernah lepas dari tangannya. Di tempat-tempat menarik mereka ber-selfi ria ada yang melakukan video call dengan lawan bicaranya. 

Hari Minggu ibaratnya hari kemerdekaan bagi para pekerja migran. Pada hari Minggu-lah mereka bisa bebas dan bertemu dengan sesama pekerja migran. 

Lobi utama stasiun kereta di pusat kota Taipei selalu diokupasi pekerja migran Indonesia. Mereka berada di sana, berkumpul, dan saling berbagi informasi. Ada juga beberapa di antaranya yang ikut kursus di Global Worker untuk meningkatkan kompetensi.

Namun, tidak setiap hari Minggu, para pekerja migran itu bisa keluar rumah. ”Kadang majikan tak mengizinkan ke luar. Ada kompensasi uang dari majikan jika mereka tak bisa keluar rumah. Namun, yang pasti setiap bulan ada satu hari Minggu, mereka bisa menikmati kebebasan,” ujar seorang pekerja. 

Gimana? tertarik bekerja di Taiwan?

kompas

Minat Kerja Jadi TKI di Taiwan? Ini Kisaran Gajinya di Tahun 2020 Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
close