loading...

SUARABMI.COM - Sejak Kementerian Perhubungan membuka kembali penerbangan domestik kepada penumpang bersyarat, Bandara Soekarno Hatta mulai menunjukkan aktivitas penerbangannya.

Dari seluruh penumpang bersyarat yang diperbolehkan terbang, penumpang repatriasi khususnya pekerja migran Indonesia (PMI atau TKI) menjadi yang paling dominan. Sedangkan penumpang pebisnis dan perjalanan dinas pejabat negara atau tamu negara masih terbilang minim.

"Karena baru mulai hari ini jadi belum cukup banyak, maskapainya juga belum terbang semua, yang sudah terbang itu baru Citilink dan Garuda Indonesia. Penumpangnya masih sedikit satu flat ada yang isinya 3 orang 4 orang jadi belum banyak. Yang paling dominan itu pekerja migran Indonesia," ujar Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno Hatta, Agus Haryadi.

Per hari ini, menurut Agus ada 2 penerbangan bagi penumpang repatriasi dari Taipei, Taiwan. Namun, Agus belum mencatat total penumpang yang datang dan diterbangkan ke kota asalnya masing-masing.

"Hari ini dari Taipei aja 2, jumlah penumpangnya saya belum nge-cek berapa," sambungnya.

Akan tetapi, secara keseluruhan sejak ada Corona rata-rata penerbangan di Bandara Soekarno Hatta mencapai 600-1.000 penerbangan dengan total penumpang sekitar 14.500 orang dari 11 Maret 2020 lalu.
[ads-post]
"Rata-rata pergerakan itu antara 600-1.000. Sekitar 14.500 an dari tanggal 11 Maret 2020," sambungnya.

Ia meyakinkan bahwa penerbangan yang dibuka kali ini benar-benar terbatas bagi penumpang yang dibolehkan saja dan tetap melarang mudik. Proses pemeriksaan pun dilakukan secara ketat.

"Tapi ini bukan mudik, mudik tetap dilarang. Jadi persyaratan terbang itu tetap memfilter orang-orang yang terbang itu tidak mudik. Bagaimana caranya? Ya sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 dari gugus tugas nasional itu," pungkasnya.

Berdasarkan pantauan, memang tak banyak calon penumpang yang lalu lalang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta tersebut. Beberapa calon penumpang mengaku berprofesi sebagai TKI yang hendak pulang ke kita asalnya masing-masing.

Alasannya mereka kehabisan uang saku saat berada di negara lain. Sebab, di negara tempat mereka bekerja aktivitas pekerjaan sudah sangat dibatasi.

"Ia saya dari Taipei mau pulang ke Surabaya, karena di sana saya nggak ngapa-ngapain dan nggak punya penghasilan lain," ujar Tuti (bukan nama sebenarnya)

Hal serupa juga disampaikan calon penumpang lainnya. Dengan tujuan penerbangan yang berbeda yakni ke Palembang.

"Mau ke Palembang dari Taipei juga. Di sana udah ga kerja lagi karena Corona, kalau bukan karena terpaksa saya juga nggak akan pulang begini," kata Herman

sumber. detiknews

Penerbangan Dibuka Lagi, Bandara Soetta Dipenuhi TKI dari Taiwan

Diberdayakan oleh Blogger.
close