Banner iklan disini
loading...

SUARABMI.COM - Direktur Eksekutif Migrant CARE, Wahyu Susilo meminta pengawasan dan pengamanan atas pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pulang kampung di masa darurat pandemi corona (Covid-19) tidak menggunakan aparat keamanan secara berlebihan.

"Pengawasan ketat terhadap pekerja migran Indonesia yang pulang kampung tidak boleh dilaksanakan dengan pendekatan keamanan, apalagi menggunakan aparat polisi atau TNI secara berlebihan," ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (4/5).

Selain itu ia pun menegaskan para pekerja migran memiliki hak untuk dilindungi sesuai dengan konstitusi dan peraturan perundangan yang berlaku.

"Mendesak semua langkah yang dilakukan tetap dalam koridor perlindungan pekerja migran sesuai UU Nomor 18 Tahun 2017," tuturnya.

Wahyu pun meminta agar pendekatan pengawasan yang dilakukan pemerintah menggunakan perspektif hak asasi manusia.

"Langkah-langkah yang cermat dan berperspektif perlindungan hak asasi manusia," kata Wahyu.
[ads-post]
Sebelumnya, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyebut sekitar 15.429 TKI diperkirakan akan kembali pada 2020 ini. Angka itu juga ditambah dengan prediksi kepulangan PMI yang habis kontrak untuk bekerja di luar negeri antara bulan April-Mei yang diperkirakan mencapai 37.075 orang

Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut perlunya menambah tempat karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI yang pulang di masa pandemi virus corona.

"Hal ini harus betul-betul kita perhatikan. Kapal TNI kita siap mengantar mereka ke pelabuhan masing-masing tujuan, namun setelah itu Pemda setempat dimohon untuk tanggung jawab mengawal mereka hingga ke kampung halaman," kata Muhadjir, Kamis (30/4).

Apalagi, jelang lebaran tahun ini jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali dari luar negeri diprediksi akan cukup tinggi.

Selain itu, ada pula persoalan TKI ilegal di negeri jiran yang mencoba kembali ke Indonesia dengan cara menyusup.

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) I Belawan Laksma TNI Abdul Rasyid mengatakan saat ini Lantamal I mencatat sudah 496 orang TKI ilegal yang diamankan Lanal Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

Rasyid menambahkan patroli rutin dan patroli intelijen tetap dilakukan dan intensitasnya akan dinaikkan mengingat sedang ada kewaspadaan pandemi Covid-19.

"TNI AL khususnya Lantamal I, Koarmada I melalui Lanal-Lanal jajarannya akan terus meningkatkan tugas patroli yang merupakan hal rutin dilaksanakan terutama di tempat-tempat yang disinyalir menjadi jalur-jalur masuk secara ilegal," katanya.

cnnindonesia

Pengamanan TKI Pulang Saat Corona Diminta Jangan Berlebihan, Mereka Bawa Uang Bukan Bawa Virus

Diberdayakan oleh Blogger.