loading...

SUARABMI.COM - Setidaknya ada 372 pekerja migran Indonesia (PMI) yang diamankan Polisi karena kedapatan pulang ke tanah air melalui jalur tidak resmi dari Malaysia yang saat ini masih menerapkan lockdown dengan tujuan pelabuhan tikus di Tanjung Balai Asahan dan tempat lainnya.

Mereka yang pulang melalui jalur tidak resmi itu berhasil diamankan oleh Polres Tanjung Balai, Pangkalan Laut Tanjung Balai Asahan, Polres Batubara, Polres Asahan dan Polres Labuhan Batu.


Kapolres Tanjung Balai, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, pihaknya bersama Lanal Tanjung Balai Asahan sedang meningkatkan patroli di tengah perairan dan memperketat pengawasan di setiap pelabuhan tikus, yang menjadi pintu masuk jalur illegal tersebut.

"Peningkatan patroli di tengah lautan ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19), yang memungkinkan bisa menjangkiti siapa saja, termasuk TKI yang datang dari Malaysia. Apalagi, mereka masuk melalui jalur tidak resmi," katanya sebagaimana dilansir suaraBMI dari beritasatu.
[ads-post]
Putu Yudha memastikan, peningkatan pengamanan di tengah lautan ini dilakukan petugas karena mengindikasikan adanya gelombang TKI lain yang akan masuk menggunakan perahu nelayan dari Malaysia tujuan perairan Tanjung Balai Asahan.

"Tidak hanya mengamankan dan mengantarkan TKI ke tim gugus depan penanganan Covid-19, mereka juga wajib untuk dikarantina. Kami juga akan menindak tekong yang mengangkut TKI. Kita akan proses biar ada efek jera," tegasnya.

Berdasarkan 372 orang TKI yang diamankan itu, sebanyak 186 orang diamankan Polres Tanjung Balai, Lanal Tanjung Balai Asahan amankan 64 orang, Polres Asahan amankan 30 orang, Polres Labuhanbatu amankan 36 orang dan Polres Batubara memboyong 122 orang.

Pulang ke Indonesia Lewati Jalur Tidak Resmi dari Malaysia, 372 Orang TKI Diamankan

Diberdayakan oleh Blogger.
close