loading...

SUARABMI.COM - Angin kencang dan angin topan Vongfong telah menewaskan sedikitnya satu orang dan merusak ratusan fasilitas isolasi dan penampungan koronavirus, dan juga sawah dan ladang jagung di lima kota yang terkena bencana  di Philipina.

Gubernur Ben Evardone dari provinsi Samar Timur, tempat topan menghantam pantai, mengatakan beberapa warga menangis putus asa setelah rumah-rumah mereka hancur atau diterbangkan oleh topan ini. Seorang penduduk desa yang putus asa yang kehilangan rumahnya memotong pergelangan tangannya tetapi masih bisa diselamatkan.

Seorang pria mati kehabisan darah setelah dia terkena pecahan kaca di sebuah gedung sekolah yang ia jadikan sebagai tempat berlindung, kata Evardone.

“Kerusakan yang saya lihat sangat luas. Atap satu gereja benar-benar robek, jeruji-jeruji besinya meleyot mejadi rusak oleh topan, ” kata Evardone kepada The Associated Press melalui telepon.

Dia mengatakan bahwa dia dan kelompok militernya, polisi dan pihak berwenang setempat gagal melakukan perjalanan ke dua kota yang dilanda topan, Jipapad dan Maslog, karena pohon tumbang di jalan.
[ads-post]
Di daerah terpencil Bicol, barat laut Samar Timur, lebih dari 145.000 orang terdampak topan yang menghantam tempat penampungan darurat pada hari Jumat setelah evakuasi massal yang rumit dan diperlambat oleh virus korona.

Vongfong melemah menjadi badai tropis yang parah setelah menghantam daratan Kamis dan bertiup ke barat laut menuju pulau utama Luzon di utara yang padat, kata peramal pemerintah.

Kecepatan angin topan maksimum yang berkelanjutan turun menjadi 110 kilometer (68 mil) per jam dengan hembusan 150 kilometer per jam (93 mil per jam), tetapi tetap berbahaya terutama di desa-desa pesisir dan dataran rendah, kata para peramal. Vongfong diperkirakan akan meledak di utara negara itu pada hari Minggu.

"Kemudahan kami bergerak telah dibatasi oleh COVID," kata Yucot kepada AP melalui telepon dari provinsi Albay di wilayah Bicol, yang telah memiliki puluhan infeksi virus korona, termasuk empat kematian, dan masih di bawah karantina. "Di pusat evakuasi, ada lebih banyak tantangan."

Sementara topan diperkirakan akan mempengaruhi Taiwan akhir pekan ini, namun mata badai diprediksi tak akan melakukan pendaratan di Taiwan, hanya pinggiran badai yang akan menyebabkan hujan deras serta angin di Taiwan Selatan dan Tengah.

Meskipun kemungkinan akan melemah ketika mendekati Taiwan, peringatan laut masih bisa dikeluarkan untuk Topan Vongfong. Dengan radius 150 km, badai membawa angin berkelanjutan maksimum 119 km per jam, dengan hembusan hingga 155 km per jam

taiwannews, focustaiwan

Topan Vongfong Tewaskan 1 Orang dan Kerusakan Parah di Philipina, Kini Menuju Taiwan

Diberdayakan oleh Blogger.
close