Pernah Jadi TKI, Erick Thohir Curhat Dulu Dirinya Dianggap Sebelah Mata dan Disepelekan di Luar Negeri
SUARABMI - Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Erick Thohir mengaku pernah diremehkan ketika bekerja di luar negeri. Hal ini disampaikan ketika berbicara mengenai nasib pekerja migran Indonesia (PMI) atau yang dulu dikenal dengan sebutan tenaga kerja Indonesia (TKI).
"Saya juga pernah jadi pekerja migran, waktu mengurus klub basket di Amerika Serikat dan klub sepak bola di Italia," kata Erick di sela acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian BUMN dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Selasa (18/8/2020).
Seperti diketahui, Erick pernah menjadi salah satu pemilik di klub basket terkemuka AS, yaitu Philadelphia 76ers. Sedangkan untuk sepak bola, Erick menduduki posisi presiden Inter Milan.
[post_ads]
Saat itu, Erick mengaku tidak mudah bekerja di luar negeri. Sebab, para pekerja migran masih banyak diremehkan.
"Jadi saya sebetulnya ikut merasakan, seperti apa kerja di luar negeri. Kadang kita suka dianggap sebelah mata, sampai mereka melihat hasil kerja kita," lanjut Erick.
Padahal, ia menegaskan bahwa peran PMI amatlah penting. Selain menjadi diaspora kita di luar negeri, lanjut Erick, mereka juga berkontribusi dalam menambah devisa negara.
"Sehingga pemerintah harus hadir untuk melindungi dan memberikan bantuan agar para pekerja migran dapat hidup dan bekerja dengan tenang di negara lain," lanjutnya.
Erick menambahkan, bentuk dukungan BUMN terhadap PMI, di antaranya fasilitas pengiriman uang yang disediakan oleh PT POS Indonesia, dan penyediaan helpdesk keberangkatan dan kepulangan PIM dari PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II.
[post_ads_2]
"Saya berharap kerja sama antara BP2MI dan BUMN dapat berjalan dengan baik dan dapat diperluas di kemudian hari untuk membantu para pekerja migran, baik ketika mereka merantau maupun sekembalinya ke tanah air," ujar Erick.
Dalam kerja sama ini, terdapat empat komitmen Kementerian BUMN dalam memberikan pelindungan bagi PMI. Adapun komitmen tersebut, antara lain Kementerian BUMN turut memfasilitasi pendidikan dan pelatihan kerja bagi calon PMI, keberangkatan dan kepulangan PMI, remitansi bagi PMI, dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro, pelatihan kewirausahaan, dan promosi produk purna PMI.
sumber: cnbc indonesia
COMMENTS